Nasehat: Pelita Bagi Gelapnya Hati

Tetesan airSaudaraku,

Membaca, menyimak, dan merenungkan untaian mutiara kalimat hikmah para sholihin yang tertulis di banyak kitab acapkali membungkam hati kita. Bagaimana tidak? Karena tidak sedikit dari untaian mutiara-mutiara kalimat tersebut mampu menegur diri kita secara langsung, padahal kita sendiri tidak sedang berhadapan langsung dengan orang yang mengucapkannya.

Ada sebuah pesan, dimana sekiranya kita tidak pernah berjumpa dengan orang-orang sholeh di zaman dahulu, namun begitu, sesungguhnya kita masih bisa mengambil manfaat yang banyak dan besar dari ucapan-ucapan mereka yang sarat dengan nasehat mendalam, yang terangkum dalam banyak kitab yang terabadikan hingga kini.
Continue reading “Nasehat: Pelita Bagi Gelapnya Hati”

Duhai Diri, Ingatlah Saat-Saat Itu..

Ingatlah..

Ketika tangan tangan para kekasih menurunkan tubuh kita ke dalam lahad dengan airmata kesedihan. Setelah itu kita sendirian di sana. Dalam kesempitan dan kegelapan. Lalu tubuh kita di hadapkan ke kiblat. Lalu kafan penutup wajah kita dibuka, dan muka kita diciumkan ketanah dinding kubur. Lalu tanah ditumpukkan pada tubuh kita. Lalu kita dipendam, lalu batu nisan bertuliskan nama kita ditancapkan di kubur kita..

lalu kita ditinggalkan….

Sendiri..

Bukan sebulan atau dua bulan. Tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

Tak bisa curhat… tak bisa berhubungan dengan siapapun… tak bisa bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna…, yang ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

Continue reading “Duhai Diri, Ingatlah Saat-Saat Itu..”

Karena Sesungguhnya Kaum Muslimin Bersaudara..

praying-at-station.jpgKhalifah Umar bin Khaththab ra, seorang sahabat Rasulullah SAW, adalah seorang pemimpin yang dikenal sangat adil, tegas, disiplin namun sangat humanis di zamannya. Banyak orang yang mulanya menentang islam, namun akhirnya tersadar dan insyaf karena kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khaththab.

Suatu hari, seseorang datang kepada khalifah umar seraya menyerahkan diri untuk diadili karena telah membunuh sesama muslim. Pengadilan pun digelar dan vonis pun dijatuhkan kepada orang tersebut berupa hukum qisas. Namun, sebelum hukuman diberlakukan, khalifah Umar bin Khaththab bertanya kepada terdakwa tentang permintaan terakhirnya. Si terdakwa pun berkata, “Izinkan saya pulang ke kampung halaman untuk berpamitan kepada sanak keluarga serta membayar hutang-hutang saya”. Khalifah umar pun mengabulkan permintaan terakhir si terdakwa karena dinilai masuk akal.
Continue reading “Karena Sesungguhnya Kaum Muslimin Bersaudara..”

Berhenti Sejenak

Berhenti Sejenak 

Tidak semua hal yang kita dengar mesti kita ceritakan kembali. Dan tidak semua hal yang menjadi kesenangan kita mesti selalu kita penuhi. Alangkah baiknya jika semua hal yang ingin kita perbuat senantiasa ditimbang dalam ukuran baik dan buruk, maslahat dan mudharat, menguntungkan dan merugikan, menghibur orang kah atau malah menyakiti hati yang akhirnya melahirkan rasa benci.

Bagi seorang muslim khususnya, didalam setiap tindakan, bukan sikap nekat yang menjadi pijakan, sehingga tertuang segala hal yang terpendam, namun semata-mata setiap perbuatan terwujud dalam niat mencapai keridhoaan Allah SWT serta niat ingin meneladani dan membahagiakan Rasulullah SAW. Dalam setiap kesempatan, tindakan dan juga perkataan, manusia, hewan atau siapapun semestinya merasa aman dari lidah maupun tangan kita.
Continue reading “Berhenti Sejenak”

Rangkullah Mereka..

Kasih IbuSaudaraku,

Tak seorangpun yang akan mengingkari, betapa besar jasa seorang ibu dalam kehidupan seseorang. Tak seorangpun yang akan menutup mata, bahwa para alim ulama, tokoh-tokoh perjuangan, serta para ilmuwan dan penemu ternama terlahir dari rahim seorang wanita yang bernama ibu. Bisa anda bayangkan, bagaimana sabar dan tegarnya seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya, sejak dari dalam kandungan hingga kemudian terlahir ke dunia.

Bayangkan, bagaimana tidak pedulinya mereka terhadap rasa kantuk yang sangat, lelah dan kondisi kesehatan diri mereka sendiri, hanya untuk membuat si buah hati yang mungil tidur dengan nyenyak dan tidak menangis serta hilang lapar dan dahaganya di tengah malam. Sungguh, bukan untuk waktu yang singkat hal seperti ini mereka jalani. Tak lupa pula, segudang harapan dan cita-cita mulia mereka susun demi sang buah hati, agar kelak dapat menjadi seorang manusia yang berguna bagi agama dan bangsanya.
Continue reading “Rangkullah Mereka..”

Rumahku, Surgaku

Biru-NyaBagi yang sudah berkeluarga, kembali berkumpul bersama anak-anak dan istri, setelah seharian bekerja dan beraktifitas di luar rumah merupakan sebuah hal yang paling membahagiakan. Disambut oleh istri tercinta, terlebih oleh senyum sang buah hati, cahaya mata terkasih, sungguh menjadikan rasa lelah seolah-olah tak pernah menghinggapi. Memang, begitulah hal yang semestinya berlaku saat seseorang berada bersama keluarga. Saat berada bersama anggota keluarga di rumah menjadikan energi dan semangatnya berbuat dan beribadah kembali terisi.

Tidak ada cita-cita yang terlintas dibenak sang kepala keluarga selain dapat menjadikan anggota keluarganya semakin ingat kepada Allah SWT, menghiasi setiap waktunya dengan tambahan ilmu agama dan umum, serta menumbuhkan kedewasaan dan rasa kasih sayang diantara anggotanya. Namun tahukah, bahwa tidak sedikit dari orang-orang yang telah menikah dan berkeluarga yang merasa tidak betah ketika berkumpul bersama, namun lebih merasa bahagia dan nyaman ketika bersama teman-teman yang se-hobi dengannya.
Continue reading “Rumahku, Surgaku”

Wujud Kesyukuran

Begitu indahnya mentari pagi kita dapati saat terjaga, kembali menghirup segarnya udara kehidupan, lalu kita pun tersenyum mendengar merdunya kicauan burung yang bernyanyi menyambut datangnya hari. Sadarilah, bahwa semua itu merupakan bagian dari nikmat-nikmat-Nya. Sungguh, tak akan mampu terhitung besarnya curahan nikmat yang telah Allah SWT anugerahkan kepada kita sepanjang usia yang kita jalani. Begitu banyak nikmat yang kita rasakan yang membuat hati kita terasa lega, dan bibir tersenyum bahagia.
Continue reading “Wujud Kesyukuran”