Menjadi Pintu Kebaikan atau Keburukan

doorAnas bin Malik ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):

“Di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, dan ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Sungguh beruntung seseorang yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka kebaikan dan sungguh celaka dia yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka keburukan. (HR. Ibnu Majah)

Kebaikan adalah sesuatu yang diridhai Allah sedangkan keburukan adalah sesuatu yang dimurkai Allah. Jika Allah meridhai seorang hamba, Dia menjadikannya sebagai kunci pembuka kebaikan. Ketika memandangannya, kita segera teringat kebaikan. Di mana pun dia berada, kebaikan datang bersamanya. Ketika namanya disebut, yang terdengar hanyalah kebaikan. Jika dia berbicara, yang terucap hanyalah kebaikan.
Lanjutkan membaca “Menjadi Pintu Kebaikan atau Keburukan”

Kiat Memilih Teman

broterhoodSaudaraku,

Siklus kehidupan manusia masih terus berlangsung. Yang kecil akan tumbuh menjadi remaja, yang remaja akan menjadi dewasa, namun yang pasti adalah bahwa yang hidup suatu saat akan menjumpai maut atau kematian. Betapa indahnya ketika sebagian besar waktu yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita mampu kita rajut dalam simpul-simpul ikatan amal sholeh, terlebih saat “panggilan” itu tiba, diri kita tidak lain sedang berbuat sesuatu yang mengundang keridhoan-Nya.

Saudaraku,

Tidak dipungkiri, bahwa pergaulan telah banyak memberikan dampak pada setiap pelakunya, baik dampak yang positif maupun yang negatif. Dan juga tidak sedikit mungkin dari kita yang tidak menyadari bahwa pengaruh pergaulan itu akan terlihat dan terasa setelah pergaulan tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Lanjutkan membaca “Kiat Memilih Teman”

Kebaikan Yang Sebenarnya

2kidsKebaikan bukanlah memiliki harta berlimpah dan anak banyak.
Akan tetapi, kebaikan adalah jika amalmu banyak, ilmumu luas dan engkau tidak menyombongkan diri kepada orang lain dengan ibadahmu kepada Allah.
Jika berbuat baik, engkau segera bersyukur kepada Allah, dan jika berbuat buruk segera memohon ampun kepada-Nya.

Di dunia ini tidak ada kebaikan kecuali bagi dua orang berikut;
Lanjutkan membaca “Kebaikan Yang Sebenarnya”

Cara Berprasangka baik

old manJika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik dari dirimu. Ucapkanlah dalam hatimu:

“Bisa jadi kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.”

Jika bertemu dengan anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu):

“Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (Dalam hatimu):

“Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan orang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu):

“Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperoleh, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui, dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

Lanjutkan membaca “Cara Berprasangka baik”

Awalnya Pahit, Akhirnya Manis

manclimbingice

 

Secara umum, pada awalnya kebaikan itu berat untuk dilakukan, tetapi akhirnya penuh dengan kenikmatan. Orang yang berbuat baik ibarat seorang pendaki gunung terjal. Ia tidak akan merasa tenang sebelum sampai ke puncaknya. 

Sedangkan keburukan awalnya manis dan akhirnya kelak berat. Orang yang melakukan perbuatan buruk adalah ibarat seorang yang jatuh dari puncak gunung atau atap sebuah rumah. Ia baru akan merasakan kesakitan setelah mendarat di tanah.

(Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad)

 —–oo0oo—–

Rujukan: “Orang Bijak Berkata” oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Duhai Diri, Ingatlah Saat-Saat Itu..

Ingatlah..

Ketika tangan tangan para kekasih menurunkan tubuh kita ke dalam lahad dengan airmata kesedihan. Setelah itu kita sendirian di sana. Dalam kesempitan dan kegelapan. Lalu tubuh kita di hadapkan ke kiblat. Lalu kafan penutup wajah kita dibuka, dan muka kita diciumkan ketanah dinding kubur. Lalu tanah ditumpukkan pada tubuh kita. Lalu kita dipendam, lalu batu nisan bertuliskan nama kita ditancapkan di kubur kita..

lalu kita ditinggalkan….

Sendiri..

Bukan sebulan atau dua bulan. Tapi bisa ratusan tahun atau ribuan tahun sendiri..

Tak bisa curhat… tak bisa berhubungan dengan siapapun… tak bisa bergerak kemana mana…, tak ada pemandangan, tak ada warna…, yang ada hanya kegelapan dan kegelapan.., menunggu dan menunggu.. ribuan tahun.. sendiri..

Lanjutkan membaca “Duhai Diri, Ingatlah Saat-Saat Itu..”

Cinta Adalah Api

Alhabib Munzir bin Fuad Al Musawa :

Berkata Guru Mulia Alhabib Umar bin hafidh;

 

 Cinta adalah Api.

Bila digunakan pada tempatnya, maka ia akan menghangatkan, memasak, menerangi dan membawa keindahan.
Namun bila ditaruh bukan pada tempatnya, maka akan membakar dan menghanguskan. Inilah api yang dhahir.

Bagaimana dengan api yang batin, ketika berpijar dalam kerinduan kepada Allah swt..
Nafas Muhammadiy.. Jiwa Muhammadiy.. Semangat Muhammadiy saw..

Lanjutkan membaca “Cinta Adalah Api”